pilihan bijak antara saputangan atau tisu

by - Maret 01, 2019

Assalamualaikum

masih ingat dengan saputangan atau masih banyak yang menyebut nya dengan slampe? zaman sekarang sepertinya orang lebih banyak menggunakan tisu basah atau tisu kering dibanding saputangan. Mungkin karena faktor lebih praktis. Namun dibalik itu semua, masih banyak kelebihan saputangan yang perlu kita ketahui dibandingkan tisu. Kali ini aku akan sedikit review tentang saputangan dan tisu.

aku termasuk orang yang masih menyukai saputangan dibawa kemana pun, ketimbang tisu. Karena alesan go green, lebih hemat dan mengajarkan ke anak untuk tidak boros dari hal terkecil. Bukan berarti perhitungan, tapi dampak nya ternyata sangat besar saat kita mengurangi pengunaan tisu yang berlebihan untuk dunia ini (gilee bahasa nya berat banget).

sifat saputangan itu jika kotor bisa di cuci bisa dipakai lagi, sifat tisu itu jika kotor langsung buang tidak bisa dipakai lagi. Masalahnya zaman sekarang mau nya yang praktis, ga mau cuci, ribet bawanya, berat bawanya dan banyak lagi alesannya.

andai kamu tahu, aku suka tempe, hehe maksudnya FYI (For Your Information) Tisu adalah salah satu produk hasil ekstraktif hutan. Tisu dibuat dari bubur kertas (pulp) berbahan baku serat kayu. Untuk memproduksi tisu harus ada pohon yang ditebang. Itu berarti, semakin besar permintaan tisu, semakin besar jumlah pohon yang harus ditebang.

WWF-Indonesia bersama creative agency Hakuhodo melakukan penelitian, dari hasil penelitian tersebut menyatakan 54 persen masyarakat Indonesia hidup di kota besar, memiliki kebiasaan menghabiskan tiga helai tisu untuk mengeringkan tangan (Miris banget).


Padahal lebih dari sekedar bahan baku tisu, hutan dan pohon mempunyai fungsi sebagai penyerap karbon. Semakin banyak hutan dan pohon yang beralih fungsi maka semakin sedikit penyerap karbon bumi. kalau itu semua terjadi, kita bernapas pakai apa, kalau hutan dan pohon sudah habis untuk tisu? napas di tisu??

Ngeri kan? 
Gimana Nasib anak kita 35 tahun nanti? 
Aku mikirin dari sekarang, aku sedih, padahal kita mendambakan anak kita dibesarkan dengan sebaik mungkin untuk bahagia nanti. Kalau dari sekarang kita nya udah ga peduli dengan lingkungan, gimana lingkungan bakal peduli dengan anak kita nanti?.

ayo kita kurangin tisu dari sekarang. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi penggunaan tisu, yaitu :
  1. Bawa saputangan sendiri kemana pun kamu pergi.
  2. Ganti tisu toilet atau lap tangan dengan tisu daur ulang.
  3. Kalau terpaksa harus menggunakan tisu, gunakan tisu dengan efektif. Cukup gunakan 1 lembar tisu saja untuk mengelap tangan atau lap ke sela sela baju aja lebih ringkas.
andai tisu bisa di daur ulang, andai harga jual tisu dinaikan lebih mahal, mungkin bisa mengurangi pengunaan tisu.

pengunaan tisu secara berlebihan bisa dikategorikan pemborosan.


Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan.” (QS. Al Isro’ [17]: 26-27).
 

Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan.” (QS. Al Isro’ [17]: 26-27).


Baca Selengkapnya : https://rumaysho.com/1813-hidup-boros-temannya-setan.html
Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan.” (QS. Al Isro’ [17]: 26-27).


Baca Selengkapnya : https://rumaysho.com/1813-hidup-boros-temannya-setan.html
jadi tolong kurangin pengunaan tisu, yuk pake saputangan mu dari sekarang. ingat zaman SD kemana- mana bawa saputangan, manis kan? :)



sumber foto :
http://ditjenppi.menlhk.go.id/kcpi/index.php/inovasi/348-kurangi-penggunaan-tisu

You May Also Like

0 komentar